February 5, 2008

Membaca Sulit Sekali

Posted in Uncategorized at 12:39 am by steinhart

Menghadapi kenyataan bahwa membaca bukanlah kegiatan yang menyenangkan bagi sebagian masyarakat Indonesia adalah menyedihkan. Seberapa sering kita temukan bacaan di tangan seseorang yang tengah duduk menunggu jemputan kendaraan ketika berangkat atau pulang dari kerja. Membaca dikalahkan popularitas games di telepon seluler.

Di kalangan orang-orang yang melibatkan dirinya di lingkungan akademis seperti siswa yang telah menjadi maha, kadang menempatkan membaca adalah aktivitas eksklusif orang-orang tertentu. Orang-orang yang pada masa ujian mereka dekati. Klub dan hentakan musik lebih menggoda dibandingkan barisan kalimat yang dapat menari-nari lebih lama bila mengendap di otak mereka.

Ternyata membaca memang susah.

  Read the rest of this entry »

February 3, 2008

Maafkan Saya Yang Heran

Posted in Uncategorized at 7:50 am by steinhart

Pengalaman adalah apa yang oleh indera kita terima. Akumulasi dari pekerjaan indera itu tertumpuk di memori. Memori-memori itu membentuk pemahaman-pemahaman atas apa yang kita alami di hari kemudian. Pemahaman itu kadang kita gunakan sebagai kacamata untuk menilai sesuatu, apakah itu benar atau salah.

Sesuatu yang kira-kira di luar pemahaman kita adalah barangkali disebabkan indera kita belum pernah mengalaminya. Karenanya memori-memori tidak ikut terakumulasi. Juga ia tidak ikut serta dalam membentuk sebuah pemahaman. Ada dua kemungkinan untuk ini, kita yang hanya berkutat di lingkungan yang sedemikian sempit atau dunia ini terlalu luas untuk dimengerti.

Kedengarannya sangat membosankan. Tapi saya hanya ingin membagi sesuatu yang sederhana.

Seorang muslimah berjubah dan berjilbab panjang.

Read the rest of this entry »

January 30, 2008

Aman Tanpa Tukang Parkir

Posted in Uncategorized at 2:12 pm by steinhart

 

Beberapa hari belakangan saya menyadari dua hal penting, bahwa materi kadang bukanlah segalanya dan satpam parkir bisa menjadi profesi yang sangat menyebalkan.

Setuju? Untuk yang pertama mungkin bagi orang yang penuh kekurangan seperti saya adalah sangat tidak setuju. Untuk yang kedua, mungkin juga tidak, kasihan para tukang parkir menurut pikiran anda. Tapi izinkan saya untuk meyakinkan anda sekalian.

  Read the rest of this entry »

January 27, 2008

Salam Buat Munkar Nakir

Posted in Uncategorized at 7:32 am by steinhart

Setelah sekian hari pusing dengan headline berita yang kian hari rasanya tidak terlalu penting untuk diberitakan, dengan takaran duka yang tidak tahu berapa, saya turut mengantarkan kepergian si penguasa orde baru tersebut dari kamar kos saja sambil baca buku lama yang akhirnya ada kesempatan untuk membacanya, Dunia Sophienya Gaarder. Selamat jalan. Semoga perjalanannya nyaman sampai di tempat dengan aman. Salam saya buat Munkar dan Nakir.

January 26, 2008

I’m Sorry, Goodbye!

Posted in Uncategorized at 4:26 am by steinhart

Peribahasa terkenal, “Jangan kau bertanya apa yang telah negara berikan kepadamu, tapi bertanyalah apa yang telah kau berikan kepada negaramu” saya rasa tidak sepenuhnya benar. Saya mulai mencurigai oknum yang menjadikan peribahasa ini sebagai usaha untuk meningkatkan nasionalisme adalah orang yang telah nyaman duduk-santai-tidur-gajian karena duduk di pemerintahan. Jadi izinkanlah saya untuk mengomel sedikit. Anggap saya warga negara yang rewel. Selama mengomel tidak menjadi perkara pidana atau perdata.

Sekarang, apa yang diharapkan dari seorang penjual gorengan yang semakin kewalahan karena naiknya harga minyak makan dan hanya mendapat penghasilan Rp.30.000 perhari kepada negaranya?

Sekarang, apa yang diharapkan dari seorang pemilik usaha roti yang karena naiknya harga terigu dan harus memecat 9 dari 20 karyawannya kepada negaranya?

Sekarang, apa yang diharapkan dari seorang buruh pabrik yang telah tak digaji selama setahun kepada negaranya?

Read the rest of this entry »

January 25, 2008

Nafsu di Hari Jumat

Posted in Uncategorized at 11:51 pm by steinhart

Saya adalah satu dari jutaan muslim yang menganggap ritual khutbah jumat adalah hal yang membosankan untuk diikuti. Para orang tua menganggap hari jumat adalah hari saat kesadaran ruhani dibangkitkan kembali. Bagi saya, justru hari jumat lah kesadaran ruhani saya kembali tertidur. Jikapun kesadaran ruhani saya bangkit pada hari jumat, maka itu bukanlah di masjid. Bayangkan, shalat jumat dilaksanakan pada siang hari jam istirahat saat matahari tengah garang-garangnya. Bagi yang beraktivitas di hari jumat, mendengarkan khutbah di tengah waktu istirahat menjadi sarana untuk meregangkan kaki dan memejamkan mata. Tidak seperti rumah ibadah lainnya, banyak masjid atau mushalla yang tidak dilengkapi dengan pendingin udara, hal ini menambah sungguh tidak asyiknya mendengarkan khutbah karena tangan sibuk mengipasi bagian tubuh yang lainnya. Konsep khutbah jumat yang monolog seperti itu juga dimanfaatkan oleh banyak khatib yang tidak asyik merasa bahwa jemaah yang mengikuti ibadah mingguan itu adalah bocah sekolah dasar, yaitu membaca dengan gaya mendikte.

  Read the rest of this entry »

January 23, 2008

Seperduapuluh Agama

Posted in Uncategorized at 3:30 pm by steinhart

Beberapa rekan telah menikah di usia mereka yang menurut penilaian saya masih sangat muda. Bahagia saya pada mereka. Saya kemudian melihat kepada diri saya sendiri dan mulai menganalisa. Pertanyaan yang muncul pertama kali adalah kalau mereka sudah berani untuk memutuskan menikah kenapa keinginan untuk melakukan hal yang sama belum muncul sama sekali di pikiran dan hati saya? Saya mulai curiga adakah yang salah dengan perkembangan hormon atau psikologis saya? Ditambah lagi, salah satu rekan yang telah menikah itu mengatakan kalau sebenarnya apapun alasan bagi saya untuk belum menikah itu adalah ilusi, yang ada adalah masalahnya ada dalam diri saya sendiri. Ditambah lagi dengan doktrin agama yang mengatakan jika menikah adalah menyempurnakan setengah dari agama, jadi selama ini saya hanya menjalankan agama setengahnya saja. Padahal sholat wajib saja masih terkadang iya-tidak-iya-tidak ditambah ibadah-ibadah yang lainnya jarang dilakukan. Jika begitu, paling baik mungkin saya masih menjalankan agama saya seperduapuluh-nya saja. Read the rest of this entry »

Kok Bisa?

Posted in Uncategorized at 3:28 pm by steinhart

Kadang kita berfikir tentang sesuatu yang terjadi di sekitar kita tidak bisa dipahami dan dimengerti dengan baik. Saya kadang juga berandai diberikan kemampuan untuk memahami apa yang ada di dalam kilasan pikiran tiap-tiap orang. Seperti yang dianugerahkan kepada Mel Gibson di What Women Want (2000). Saya ingin sekali mengetahui apa yang terlintas sebelum detik maut menimpa korban yang mengendarai Honda Accord yang jatuh dari lantai delapan menara jamsostek itu. Apa yang membuat dirinya lalai sehingga jatuh. Beban hidup atau tekanan pekerjaan. Terkadang kita susah untuk mengerti tentang sesuatu. Ungkapan “kok bisa?” selalu saja terucap tanpa menyadari apa yang dirasakan oleh sang korban, apa sesuatu yang begitu penting dan besar yang terlintas dalam pikirannya? Apakah hanya sekedar kecerobohan saja? Andai saya bisa tahu tentu saya akan berhenti bertanya.

Seperti Hantu

Posted in Uncategorized at 3:18 pm by steinhart

Hari ini, blog jurnal ini ada. Keberadaannya tidak begitu penting dibanding apa yang telah dan akan terjadi. Tidak akan tercatat dimanapun sejarah mencatat. Kelahirannya hari ini tidak diabadikan oleh Encyclopedia Britannica seperti Elizabeth Blackwell karena kesuksesannya meraih gelar kesarjanaan. Karena itu pula, andaikata ia pergi tidak akan ditangisi seperti Heath Ledger yang baru kembali ke alam baka kemarin. Ia ada tapi tak bisa disentuh. Seperti hantu.