<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss version="2.0"
	xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/"
	xmlns:wfw="http://wellformedweb.org/CommentAPI/"
	xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/"
	xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom"
	xmlns:sy="http://purl.org/rss/1.0/modules/syndication/"
	xmlns:slash="http://purl.org/rss/1.0/modules/slash/"
	xmlns:georss="http://www.georss.org/georss" xmlns:geo="http://www.w3.org/2003/01/geo/wgs84_pos#" xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/"
	>

<channel>
	<title>Just a Weblog</title>
	<atom:link href="http://steinhart.wordpress.com/feed/" rel="self" type="application/rss+xml" />
	<link>http://steinhart.wordpress.com</link>
	<description>Just another WordPress.com weblog</description>
	<lastBuildDate>Tue, 05 Feb 2008 00:41:38 +0000</lastBuildDate>
	<language>en</language>
	<sy:updatePeriod>hourly</sy:updatePeriod>
	<sy:updateFrequency>1</sy:updateFrequency>
	<generator>http://wordpress.com/</generator>
<cloud domain='steinhart.wordpress.com' port='80' path='/?rsscloud=notify' registerProcedure='' protocol='http-post' />
<image>
		<url>http://s2.wp.com/i/buttonw-com.png</url>
		<title>Just a Weblog</title>
		<link>http://steinhart.wordpress.com</link>
	</image>
	<atom:link rel="search" type="application/opensearchdescription+xml" href="http://steinhart.wordpress.com/osd.xml" title="Just a Weblog" />
	<atom:link rel='hub' href='http://steinhart.wordpress.com/?pushpress=hub'/>
		<item>
		<title>Membaca Sulit Sekali</title>
		<link>http://steinhart.wordpress.com/2008/02/05/membaca-sulit-sekali/</link>
		<comments>http://steinhart.wordpress.com/2008/02/05/membaca-sulit-sekali/#comments</comments>
		<pubDate>Tue, 05 Feb 2008 00:39:40 +0000</pubDate>
		<dc:creator>steinhart</dc:creator>
				<category><![CDATA[Uncategorized]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://steinhart.wordpress.com/?p=11</guid>
		<description><![CDATA[Menghadapi kenyataan bahwa membaca bukanlah kegiatan yang menyenangkan bagi sebagian masyarakat Indonesia adalah menyedihkan. Seberapa sering kita temukan bacaan di tangan seseorang yang tengah duduk menunggu jemputan kendaraan ketika berangkat atau pulang dari kerja. Membaca dikalahkan popularitas games di telepon seluler. Di kalangan orang-orang yang melibatkan dirinya di lingkungan akademis seperti siswa yang telah menjadi [...]<img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=steinhart.wordpress.com&amp;blog=2597000&amp;post=11&amp;subd=steinhart&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p style="margin:0;" class="MsoNormal"><font face="Times New Roman">Menghadapi kenyataan bahwa membaca bukanlah kegiatan yang menyenangkan bagi sebagian masyarakat Indonesia adalah menyedihkan. Seberapa sering kita temukan bacaan di tangan seseorang yang tengah duduk menunggu jemputan kendaraan ketika berangkat atau pulang dari kerja. Membaca dikalahkan popularitas games di telepon seluler. </font></p>
<p><font face="Times New Roman">Di kalangan orang-orang yang melibatkan dirinya di lingkungan akademis seperti siswa yang telah menjadi maha, kadang menempatkan membaca adalah aktivitas eksklusif orang-orang tertentu. Orang-orang yang pada masa ujian mereka dekati. Klub dan hentakan musik lebih menggoda dibandingkan barisan kalimat yang dapat menari-nari lebih lama bila mengendap di otak mereka. </font></p>
<p><font face="Times New Roman">Ternyata membaca memang susah. </font></p>
<p><font face="Times New Roman"> </font><span id="more-11"></span><font face="Times New Roman"></font></p>
<p style="margin:0;" class="MsoNormal"><font face="Times New Roman"></font></p>
<p style="margin:0;" class="MsoNormal"><font face="Times New Roman">Bukan karena buku yang susah didapat karena harganya yang mahal. Juga tidak karena perpustakaan yang tidak membuka pelayanan pada akhir pekan. Tapi karena bagi sebagian kita membaca punya definisi lain. </font></p>
<p><font face="Times New Roman"><em><strong>Membaca adalah sesuatu pekerjaan yang dilakukan jika anda ingin menulis skripsi</strong></em>. Seorang teman sepermainan akan mulai menulis skripsi pada semester ini. Seperti banyak mahasiswa yang lain, yang pertama kali ia pikirkan adalah judul skripsi bukan latar belakang masalah. Dengan alasan bahwa nama saya tidak tercantum sebagai dosen pembimbingnya, saya menyarankan untuk mencari inspirasi di ruang referensi perpustakaan kampus. Sebagai mahasiswa yang telah hampir empat tahun menginjakkan kaki dan menghirup udara kampus, ia bertanya dengan nada ingin tahu dimanakah pastinya letak ruang referensi itu kepada saya. Akhirnya dengan semangat pertemanan, saya menunjukkan letak ruang itu, sekalian syarat apa saja yang harus dilakukan agar bisa masuk ke ruangan itu. </font></p>
<p><font face="Times New Roman"><strong><em>Membaca adalah sesuatu pekerjaan yang melibatkan pemikiran yang keras</em></strong>. Seorang teman yang sangat saya hormati adalah pribadi yang menarik. Berpikiran luas dan tidak biasa. Ia selalu berpikir di luar kotak. Ia selalu meluangkan hampir sebagian uang dan waktunya untuk membaca dan menulis. Ia mempunyai koleksi buku yang anda pun sangat kagum bila melihatnya. Buku itu seperti anak sendiri baginya. Buku-buku itu bertema filsafat. Di suatu makan siang ia melihat saya membawa buku yang pada saat itu lagi in. Buku semacam itu sangat populer bahkan hingga sekarang. Saya memegang novel berjudul <a target="_blank" href="http://www.kutukutubuku.com/product1051/product_info.html">Kok Putusin Gue?</a> Dengan pengarang <a target="_blank" href="istribawel.com">Ninit Yuanita</a>. Ia menghentikan makan siangnya sesaat dan melontarkan banyak pertanyaan tentang buku ini bagai saya tengah membaca buku bertema komunis di zaman orde baru. Di tengah pemikiran <a target="_blank" href="http://plato.stanford.edu/entries/habermas/">Habermas</a> dan <a target="_blank" href="http://www.iep.utm.edu/d/derrida.htm">Derrida</a>, novel yang saya pegang tidak mempunyai arti bagi dirinya. Dengan semangat pertemanan, saya menjawab pertanyaannya dan kembali meneruskan makan siang saya yang tertunda. </font></p>
<p><font face="Times New Roman"><strong><em>Membaca adalah sesuatu pekerjaan yang pantas dikagumi dan diberi pujian</em></strong>. Seorang teman yang berbagi atap dengan saya adalah mahasiswa yang hampir pasti akan bekerja di sebuah perusahaan asing. Pintar dan ambisius. Orang yang sangat praktikal. Menghabiskan waktu luangnya dengan bermain instrumen musik. Saya, temannya yang berbagi atap dengannya adalah mahasiswa yang hampir pasti berdesakan mencari pekerjaan sesaat setelah lulus. Bodoh dan naïf. Orang yang sangat tidak praktikal. Menghabiskan waktu luangnya dengan membaca beberapa buku. Saya tidak pernah mengagumi kemampuannya bermain instrumen karena bagi saya siapapun yang berlatih dengan tekun seperti dirinya, pasti bisa memainkan musik kurang lebih sama dengannya. Berkebalikan, ia selalu mengagumi kebiasaan saya membaca buku di waktu luang. Aktivitas yang tidak perlu latihan dengan tekun, bisa dilakukan setiap orang yang melek huruf dan dapat dilakukan dimana saja. Dengan semangat pertemanan, biasanya ia saya diamkan saja. Untuk kesekian kali, dalam hidup ini saya mengerutkan dahi. Saya tidak habis pikir. </font></p>
<p><font face="Times New Roman">Saya tidaklah orang yang mempunyai target membaca beberapa buku dalam satu bulan. Saya hanya menganggap membaca adalah sesuatu yang murah meriah. Murah karena apapun kapanpun dimanapun bisa dilakukan. Meriah karena akan mendapatkan banyak hal. Saya hanya menganggap membaca bukanlah aktivitas yang harus dipuji, karena ia seperti bernafas memerlukan udara, berpikir walaupun tidak keras memerlukan membaca. Ditambah dengan status yang sekarang, membaca adalah keniscayaan. </font></p>
<p><font face="Times New Roman">Kenapa susah sekali bagi kita untuk membaca? </font></p>
<br /><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/categories/steinhart.wordpress.com/11/" /> <img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/tags/steinhart.wordpress.com/11/" /> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/steinhart.wordpress.com/11/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/steinhart.wordpress.com/11/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/steinhart.wordpress.com/11/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/steinhart.wordpress.com/11/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gofacebook/steinhart.wordpress.com/11/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/facebook/steinhart.wordpress.com/11/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gotwitter/steinhart.wordpress.com/11/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/twitter/steinhart.wordpress.com/11/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/steinhart.wordpress.com/11/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/steinhart.wordpress.com/11/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/steinhart.wordpress.com/11/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/steinhart.wordpress.com/11/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/steinhart.wordpress.com/11/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/steinhart.wordpress.com/11/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=steinhart.wordpress.com&amp;blog=2597000&amp;post=11&amp;subd=steinhart&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://steinhart.wordpress.com/2008/02/05/membaca-sulit-sekali/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>1</slash:comments>
	
		<media:content url="http://0.gravatar.com/avatar/ec7ab25fe72c434676ec10f32e877c2f?s=96&#38;d=identicon&#38;r=G" medium="image">
			<media:title type="html">steinhart</media:title>
		</media:content>
	</item>
		<item>
		<title>Maafkan Saya Yang Heran</title>
		<link>http://steinhart.wordpress.com/2008/02/03/maafkan-saya-yang-heran/</link>
		<comments>http://steinhart.wordpress.com/2008/02/03/maafkan-saya-yang-heran/#comments</comments>
		<pubDate>Sun, 03 Feb 2008 07:50:21 +0000</pubDate>
		<dc:creator>steinhart</dc:creator>
				<category><![CDATA[Uncategorized]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://steinhart.wordpress.com/2008/02/03/maafkan-saya-yang-heran/</guid>
		<description><![CDATA[Pengalaman adalah apa yang oleh indera kita terima. Akumulasi dari pekerjaan indera itu tertumpuk di memori. Memori-memori itu membentuk pemahaman-pemahaman atas apa yang kita alami di hari kemudian. Pemahaman itu kadang kita gunakan sebagai kacamata untuk menilai sesuatu, apakah itu benar atau salah. Sesuatu yang kira-kira di luar pemahaman kita adalah barangkali disebabkan indera kita [...]<img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=steinhart.wordpress.com&amp;blog=2597000&amp;post=10&amp;subd=steinhart&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p>Pengalaman adalah apa yang oleh indera kita terima. Akumulasi dari pekerjaan indera itu tertumpuk di memori. Memori-memori itu membentuk pemahaman-pemahaman atas apa yang kita alami di hari kemudian. Pemahaman itu kadang kita gunakan sebagai kacamata untuk menilai sesuatu, apakah itu benar atau salah.</p>
<p style="margin-bottom:0;">Sesuatu yang kira-kira di luar pemahaman kita adalah barangkali disebabkan indera kita belum pernah mengalaminya. Karenanya memori-memori tidak ikut terakumulasi. Juga ia tidak ikut serta dalam membentuk sebuah pemahaman. Ada dua kemungkinan untuk ini, kita yang hanya berkutat di lingkungan yang sedemikian sempit atau dunia ini terlalu luas untuk dimengerti.</p>
<p style="margin-bottom:0;">Kedengarannya sangat membosankan. Tapi saya hanya ingin membagi sesuatu yang sederhana.</p>
<p style="margin-bottom:0;">Seorang muslimah berjubah dan berjilbab panjang.</p>
<p style="margin-bottom:0;"><span id="more-10"></span></p>
<p style="margin-bottom:0;">Saya sebagai pribadi menghormati seorang muslimah seperti ini, karena pilihan dan keteguhannya. Sekarang saya akan mencoba untuk memanggil memori-memori saya tentang muslimah-muslimah ini yang pada akhirnya pada suatu saat membuat saya sedikit heran.</p>
<p style="margin-bottom:0;">Bagian ingatan-ingatan yang paling menonjol adalah mereka merupakan pribadi yang berprinsip dan idealis. Mereka adalah sosok yang kritis terhadap apa yang mereka anggap sebuah kemungkaran. Mereka membenci ketidakadilan yang ditimbulkan dari ketimpangan sosial dan politik. Mereka selalu merasa ada yang salah dengan dunia ini, sesuatu yang berasal dari kekuatan yang semena-mena menindas saudara-saudara mereka di negeri ini atau belahan dunia lain. Sebagai konsekuensi, mereka menganggap kotor segala sesuatu yang berasal dari kekuatan yang semena-mena itu. Dengan kekuatan yang besar ini, mereka tidak gentar menyampaikannya dengan lantang, Mereka yang saya temui di banyak sisi di tempat saya menuntut ilmu. Juga yang sering saya temui berteriak seraya menggunakan ikat kepala mengangkat sebelah tangannya ke langit di tempat publik kota ini saat saya kebetulan melintas. Mereka yang terkadang mengisi slot berita headline news di sebuah televisi swasta. Mereka yang teguh memegang prinsip. Salah satunya kakak sepupu saya yang bersikeras memisahkan tamu pria dan wanita di resepsi pernikahannya karena alasan tidak sejalan dengan ajaran mulia agama. Tidak sekedar berprinsip, mereka adalah manusia-manusia yang taat beragama. Agama, yang bagi mereka menarik jelas garis lurus pemisah antara kemungkaran dan kebenaran.</p>
<p style="margin-bottom:0;">Kadang saya sejalan dengan pemahaman mereka. Tetapi saya tidak mungkin masuk dalam lingkaran mereka. Mereka seolah-olah mempunyai dunia sendiri yang membuat saya menundukkan kepala karena merasa tidak pantas masuk ke dunia itu. Saya yang masih kadang bercengkerama dengan hal-hal yang berasal dari kekuatan semena-semena itu. Sialnya, saya sering menikmatinya.</p>
<p style="margin-bottom:0;">Jika saya kadang sejalan dengan pemikiran mereka, lantas apa yang membuat saya heran? Hal ini terjadi beberapa bulan yang lalu.</p>
<p style="margin-bottom:0;">Beberapa bulan yang lalu adalah ketika liburan lebaran telah usai. Saya berada di sebuah bandara sebuah kota yang merupakan salah satu penghasil minyak terbaik di negeri ini. Kota yang menerima baik banyak perusahan asing tapi tidak cukup pintar menghadapi kesenjangan yang terbuka lebar diantara rakyatnya sendiri. Kesenjangan yang tidak diinginkan muslimah-muslimah itu. Kota yang tiap kali menginjakkan kaki membuat perasaan saya terbelah antara bangga dan malu. Di tengah bergulat dengan pemikiran sendiri, saya melihat satu dari muslimah itu. Anggun dengan jubah putih dan jilbab panjang birunya. Ia tengah asyik mengobrol dengan seorang asing yang dari tanda pengenalnya saya ketahui adalah seorang manajer dari perusahaan yang telah puluhan tahun menancapkan taringnya di kota ini. Tidak ada yang aneh dengan hal ini. Saya juga tidak perlu heran dengan dua orang yang saling bercakap dengan akrab.</p>
<p style="margin-bottom:0;">Titik keheranan saya dimulai ketika mata saya tertumbuk pada tanda pengenal yang muslimah itu pakai. Ia ternyata adalah karyawan yang sedang melakukan pelatihan untuk perusahaan yang sama dengan orang asing itu. Dari memori-memori saya, sungguh saya sulit untuk mengerti. Karena bagi saya apa yang ia kenakan tidak sekedar pakaian. Pakaian itu telah menjadi semacam simbol perlawanan. Ah mungkin memang disini kesalahan saya, saya telah menjadikan pakaian sebagai sebuah simbol. Maafkan saya jika salah, tapi hanya kesan itu yang pertama kali saya pikirkan saat melihat muslimah itu. Saya meminta maaf karena tidak mengenal muslimah itu. Mungkin ini berlebihan, tetapi ini seperti saat saya mengetahui seorang anggota kelompok nasyid di sekolah saya berpacaran. Ada nilai-nilai yang saling bertabrakan disana.</p>
<p style="margin-bottom:0;">Ada dua kemungkinan yang terjadi ketika saya heran, saya yang hanya berkutat di lingkungan yang sedemikian sempit atau dunia ini terlalu luas untuk dimengerti.</p>
<br /><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/categories/steinhart.wordpress.com/10/" /> <img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/tags/steinhart.wordpress.com/10/" /> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/steinhart.wordpress.com/10/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/steinhart.wordpress.com/10/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/steinhart.wordpress.com/10/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/steinhart.wordpress.com/10/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gofacebook/steinhart.wordpress.com/10/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/facebook/steinhart.wordpress.com/10/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gotwitter/steinhart.wordpress.com/10/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/twitter/steinhart.wordpress.com/10/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/steinhart.wordpress.com/10/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/steinhart.wordpress.com/10/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/steinhart.wordpress.com/10/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/steinhart.wordpress.com/10/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/steinhart.wordpress.com/10/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/steinhart.wordpress.com/10/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=steinhart.wordpress.com&amp;blog=2597000&amp;post=10&amp;subd=steinhart&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://steinhart.wordpress.com/2008/02/03/maafkan-saya-yang-heran/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
	
		<media:content url="http://0.gravatar.com/avatar/ec7ab25fe72c434676ec10f32e877c2f?s=96&#38;d=identicon&#38;r=G" medium="image">
			<media:title type="html">steinhart</media:title>
		</media:content>
	</item>
		<item>
		<title>Aman Tanpa Tukang Parkir</title>
		<link>http://steinhart.wordpress.com/2008/01/30/aman-tanpa-tukang-parkir/</link>
		<comments>http://steinhart.wordpress.com/2008/01/30/aman-tanpa-tukang-parkir/#comments</comments>
		<pubDate>Wed, 30 Jan 2008 14:12:56 +0000</pubDate>
		<dc:creator>steinhart</dc:creator>
				<category><![CDATA[Uncategorized]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://steinhart.wordpress.com/2008/01/30/9/</guid>
		<description><![CDATA[&#160; Beberapa hari belakangan saya menyadari dua hal penting, bahwa materi kadang bukanlah segalanya dan satpam parkir bisa menjadi profesi yang sangat menyebalkan. Setuju? Untuk yang pertama mungkin bagi orang yang penuh kekurangan seperti saya adalah sangat tidak setuju. Untuk yang kedua, mungkin juga tidak, kasihan para tukang parkir menurut pikiran anda. Tapi izinkan saya [...]<img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=steinhart.wordpress.com&amp;blog=2597000&amp;post=9&amp;subd=steinhart&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p style="margin:0;" class="MsoNormal">&nbsp;</p>
<p style="margin:0;" class="MsoNormal">Beberapa hari belakangan saya menyadari dua hal penting, bahwa materi kadang bukanlah segalanya dan satpam parkir bisa menjadi profesi yang sangat menyebalkan.</p>
<p>Setuju? Untuk yang pertama mungkin bagi orang yang penuh kekurangan seperti saya adalah sangat tidak setuju. Untuk yang kedua, mungkin juga tidak, kasihan para tukang parkir menurut pikiran anda. Tapi izinkan saya untuk meyakinkan anda sekalian.</p>
<p> <span id="more-9"></span> Saya menyadari kedua hal itu ketika bersantai di kamar akhir pekan kemarin. Kesadaran saya berawal dari pengalaman orang lain, bukan dari saya sendiri. Pengalaman yang sungguh berharga untuk diri saya. Pengalaman rekaan. Pengalaman yang disadur ke dua buah film yang menarik.</p>
<p>Sebagai seseorang yang masih menjadikan <a target="_blank" href="http://en.wikipedia.org/wiki/Indomie">Indomie </a>sebagai pelarian makanan pokok jika akhir bulan tiba dan orang yang sangat marah dengan <a target="_blank" href="http://www.liputan6.com/news/?id=153322&amp;c_id=4" title="sialan banget!">kenaikan harga kedelai </a>karena gorengan adalah snack sore yang lezat, tentu dalam beberapa saat menganggap bahwa mempunyai kelebihan harta dan kartu kredit yang tidak ada batasan adalah surga dunia. Rela melakukan apa saja untuk mengalami kehidupan seperti itu. Begitulah yang dilakukan Brad Sexton (Tim Allen). Seorang pengusaha real estate yang mempunyai karir di atas puncak dan kehidupan keluarga bahagia dengan Istrinya, Caroline Sexton (Kirstie Alley). Tapi tidak ada yang tahu bahwa mereka tidak hidup seindah dalam mimpi. Brad mempunyai bawahan yang berbuat curang dengan memalsukan nama Brad di laporan keuangan perusahan kepada petugas pajak dan Caroline yang menuntut cerai karena sepuluh tahun menikah baru menyadari bahwa keputusan menikah adalah mungkin hal paling bodoh yang pernah dilakukannya. Singkat cerita, melalui pengalaman yang konyol dan berkat ide Brad yang “gemilang” akhirnya mereka terdampar di sebuah perkampungan Amish. Amish atau Amish Mennonite adalah satu dari denominasi Kristen yang mempunyai tradisi kuat berakar ke abad 17. Sedemikian kuat, hanya sebagian dari Amish yang menerima peradaban modern seperti listrik dan mobil. Pakaian sederhana buatan sendiri dan hidup bersandar dari hasil pertanian. Bayangkan, keluarga Sexton yang terbiasa hidup mewah karena ide Brad untuk melarikan diri sementara dari petugas pajak harus berpura-pura menjadi salah satu sepupu dari penduduk Amish demi mendapat tempat tinggal sementara. Amish adalah komunitas yang sangat mandiri dari pemerintah dan tidak membayar pajak, karenanya menjadi tempat yang tepat untuk melarikan diri. Mulai dari bangun di subuh buta karena harus bekerja sebelum sarapan, berbagi toilet karena tempat itu adalah kepentingan publik sampai harus menjinakkan kuda Swedia yang tak ketulungan besarnya untuk dipergunakan membajak tanah pertanian. Hal-hal yang jauh dari kepentingan materi, persaudaraan yang erat antar komunitas dan ketulusan untuk saling berbagi mengingatkan mereka akan perasaan yang dahulu<span>  </span>menyatukan mereka pertama kali di altar pernikahan.</p>
<p>Film ini adalah drama komedi. Judulnya seperti sumpah pernikahan, For Richer or Poorer. Produksi tahun 1997. Sutradara Bryan Spicer.</p>
<p style="margin:0;" class="MsoNormal">&nbsp;</p>
<div style="text-align:center;"><img border="2" vspace="2" width="200" src="http://upload.wikimedia.org/wikipedia/en/thumb/c/cf/For_richer_or_poorer.jpg/200px-For_richer_or_poorer.jpg" hspace="2" height="273" style="width:122px;height:149px;" /></div>
<p>Tentang satpam parkir yang menyebalkan itu sebenarnya sudah saya tunggu kehadirannya sejak beberapa minggu yang lalu. Bukan karena saya mempunyai dendam kepada tukang <span> </span>atau satpam parkir karena kadang saya juga tidak enak sendiri dengan jarangnya saya membawa receh pada saat saya harus membayar parkir. Bukan juga bercita-cita untuk menjadi satpam parkir, sudah tentu itu adalah profesi yang sangat membosankan, saya harap anda setuju dengan pandangan yang ini. Tapi adalah karena sebuah nama Alexander Aja. Ia adalah sutradara sebuah film thriller favorit saya, film Prancis, High Tension atau versi prancisnya <a target="_blank" href="http://www.imdb.com/title/tt0338095/">Haute Tension</a>. Tidak setegang film jenius Saw tapi jelas lebih sangat amat pantas dinikmati daripada sekedar menunggu kehadiran <a target="_blank" href="http://www.imdb.com/title/tt0498353/">Hostel II</a>. Hanya Tuhan yang tahu betapa kecewanya saya dengan film sekuel itu. Aja tidak menjadi sutradara di film satpam parkir ini, tetapi sebagai penulis naskah. Tetap nama Aja adalah faktor utama yang membuat saya menanti dengan setia film ini.</p>
<p>Angela (Rachel Nichols) adalah seorang karyawan yang tekun dan rajin, mungkin ia ingin segera mendapat promosi kenaikan jabatan. Buktinya adalah di malam liburan natal, ia tetap sampai larut mengerjakan laporan padahal sudah ditelpon bolak-balik oleh keluarganya untuk pulang karena hal yang lebih penting dari sekedar kumpul-kumpul keluarga. Soalnya ia yang membawa kostum santa klaus. Bagaimana natal tanpa santa? Bagai sayur tanpa garam. Jadilah ia orang terakhir yang pulang dari gedung kantornya, padahal satpam gedung yang menjaga pintu pun sudah pulang dan meninggalkan pintu gerbang dalam keadaan terkunci rapat. Tapi sebelum ia menyadari itu, ia turun ke tempat parkir untuk mengambil mobilnya yang ternyata rusak. Dengan kesal ia menghampiri satpam parkir untuk membukakan pintu ke elevator karena agar tidak terlambat sampai rumah ia memutuskan untuk menggunakan taksi saja. Berjumpalah ia dengan tukang parkir yang bernama Thomas (Wes Bentley) dan membuat saya berkesimpulan bahwa satpam parkir bisa menjadi profesi yang sangat menyebalkan. Menyebalkan jika ditambah dengan kenyataan perkerjaan itu membosankan, diracik dengan bumbu pribadi yang kesepian dan obsesi cinta yang terpendam. Hasilnya adalah psikopat yang mengerikan. Setelah mengetahui bahwa pintu gerbang telah terkunci, Angela yang masih menenteng kostum santa klaus kembali lagi ke tempat parkir. Dimulai dari lampu tempat parkir yang tiba-tiba mati, ketegangan berlanjut dengan intensitas yang seperti di film High Tension. Tempat parkir yang luas namun gelap menjadi tempat yang pas untuk kejar-kejaran dan main kucing-kucingan. Dialog yang maju mundur tapi dingin tenang menusuk ala psikopat membuat penonton membenci tokoh itu sekaligus mencintai akting aktor yang sepertinya pernah berperan dalam film <a target="_blank" href="http://www.imdb.com/title/tt0259324/">Ghost Rider</a>. Adegan gory tidak terlalu banyak tetapi dibuat dengan proporsi yang cukup. Tokoh utama akhirnya mengucapkan selamat natal kepada psikopat, tetapi apakah ia menyampaikannya dengan akhir yang bahagia atau dalam keadaan sakaratul maut adalah tugas anda untuk menjawabnya. Saya kan tidak lagi mendongeng.</p>
<p>  </p>
<div style="text-align:center;"><img border="2" vspace="2" width="94" src="http://ia.imdb.com/media/imdb/01/I/55/83/14/10m.jpg" hspace="2" height="140" /></div>
<div style="text-align:center;"></div>
<p style="margin:0;" class="MsoNormal">&nbsp;</p>
<p style="margin:0;" class="MsoNormal">Film satpam parkir itu berjudul P2. Arahan sutradara Frank Khalfoun. Di tempat saya tinggal baru ada copy DVD. Itulah sebabnya saya kadang menganggap harta adalah segalanya, karena jika saya punya uang yang melimpah tentu saya akan hadir dalam premiernya di Amerika sana.</p>
<br /><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/categories/steinhart.wordpress.com/9/" /> <img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/tags/steinhart.wordpress.com/9/" /> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/steinhart.wordpress.com/9/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/steinhart.wordpress.com/9/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/steinhart.wordpress.com/9/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/steinhart.wordpress.com/9/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gofacebook/steinhart.wordpress.com/9/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/facebook/steinhart.wordpress.com/9/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gotwitter/steinhart.wordpress.com/9/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/twitter/steinhart.wordpress.com/9/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/steinhart.wordpress.com/9/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/steinhart.wordpress.com/9/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/steinhart.wordpress.com/9/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/steinhart.wordpress.com/9/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/steinhart.wordpress.com/9/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/steinhart.wordpress.com/9/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=steinhart.wordpress.com&amp;blog=2597000&amp;post=9&amp;subd=steinhart&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://steinhart.wordpress.com/2008/01/30/aman-tanpa-tukang-parkir/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>3</slash:comments>
	
		<media:content url="http://0.gravatar.com/avatar/ec7ab25fe72c434676ec10f32e877c2f?s=96&#38;d=identicon&#38;r=G" medium="image">
			<media:title type="html">steinhart</media:title>
		</media:content>

		<media:content url="http://upload.wikimedia.org/wikipedia/en/thumb/c/cf/For_richer_or_poorer.jpg/200px-For_richer_or_poorer.jpg" medium="image" />

		<media:content url="http://ia.imdb.com/media/imdb/01/I/55/83/14/10m.jpg" medium="image" />
	</item>
		<item>
		<title>Salam Buat Munkar Nakir</title>
		<link>http://steinhart.wordpress.com/2008/01/27/salam-buat-munkar-nakir/</link>
		<comments>http://steinhart.wordpress.com/2008/01/27/salam-buat-munkar-nakir/#comments</comments>
		<pubDate>Sun, 27 Jan 2008 07:32:41 +0000</pubDate>
		<dc:creator>steinhart</dc:creator>
				<category><![CDATA[Uncategorized]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://steinhart.wordpress.com/2008/01/27/salam-buat-munkar-nakir/</guid>
		<description><![CDATA[Setelah sekian hari pusing dengan headline berita yang kian hari rasanya tidak terlalu penting untuk diberitakan, dengan takaran duka yang tidak tahu berapa, saya turut mengantarkan kepergian si penguasa orde baru tersebut dari kamar kos saja sambil baca buku lama yang akhirnya ada kesempatan untuk membacanya, Dunia Sophienya Gaarder. Selamat jalan. Semoga perjalanannya nyaman sampai [...]<img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=steinhart.wordpress.com&amp;blog=2597000&amp;post=8&amp;subd=steinhart&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p><font face="Times New Roman">Setelah sekian hari pusing dengan headline berita yang kian hari rasanya tidak terlalu penting untuk diberitakan, dengan takaran duka yang tidak tahu berapa, saya turut mengantarkan kepergian si penguasa orde baru tersebut dari kamar kos saja sambil baca buku lama yang akhirnya ada kesempatan untuk membacanya, Dunia Sophienya Gaarder. Selamat jalan. Semoga perjalanannya nyaman sampai di tempat dengan aman. Salam saya buat Munkar dan Nakir.</font></p>
<br /><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/categories/steinhart.wordpress.com/8/" /> <img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/tags/steinhart.wordpress.com/8/" /> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/steinhart.wordpress.com/8/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/steinhart.wordpress.com/8/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/steinhart.wordpress.com/8/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/steinhart.wordpress.com/8/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gofacebook/steinhart.wordpress.com/8/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/facebook/steinhart.wordpress.com/8/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gotwitter/steinhart.wordpress.com/8/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/twitter/steinhart.wordpress.com/8/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/steinhart.wordpress.com/8/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/steinhart.wordpress.com/8/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/steinhart.wordpress.com/8/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/steinhart.wordpress.com/8/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/steinhart.wordpress.com/8/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/steinhart.wordpress.com/8/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=steinhart.wordpress.com&amp;blog=2597000&amp;post=8&amp;subd=steinhart&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://steinhart.wordpress.com/2008/01/27/salam-buat-munkar-nakir/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>2</slash:comments>
	
		<media:content url="http://0.gravatar.com/avatar/ec7ab25fe72c434676ec10f32e877c2f?s=96&#38;d=identicon&#38;r=G" medium="image">
			<media:title type="html">steinhart</media:title>
		</media:content>
	</item>
		<item>
		<title>I&#8217;m Sorry, Goodbye!</title>
		<link>http://steinhart.wordpress.com/2008/01/26/im-sorry-goodbye/</link>
		<comments>http://steinhart.wordpress.com/2008/01/26/im-sorry-goodbye/#comments</comments>
		<pubDate>Sat, 26 Jan 2008 04:26:11 +0000</pubDate>
		<dc:creator>steinhart</dc:creator>
				<category><![CDATA[Uncategorized]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://steinhart.wordpress.com/?p=6</guid>
		<description><![CDATA[Peribahasa terkenal, “Jangan kau bertanya apa yang telah negara berikan kepadamu, tapi bertanyalah apa yang telah kau berikan kepada negaramu” saya rasa tidak sepenuhnya benar. Saya mulai mencurigai oknum yang menjadikan peribahasa ini sebagai usaha untuk meningkatkan nasionalisme adalah orang yang telah nyaman duduk-santai-tidur-gajian karena duduk di pemerintahan. Jadi izinkanlah saya untuk mengomel sedikit. Anggap [...]<img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=steinhart.wordpress.com&amp;blog=2597000&amp;post=6&amp;subd=steinhart&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p><font face="Times New Roman"></font><font face="Times New Roman"></p>
<p style="margin:0;" class="MsoNormal">Peribahasa terkenal, “Jangan kau bertanya apa yang telah negara berikan kepadamu, tapi bertanyalah apa yang telah kau berikan kepada negaramu” saya rasa tidak sepenuhnya benar. Saya mulai mencurigai oknum yang menjadikan peribahasa ini sebagai usaha untuk meningkatkan nasionalisme adalah orang yang telah nyaman duduk-santai-tidur-gajian karena duduk di pemerintahan. Jadi izinkanlah saya untuk mengomel sedikit. Anggap saya warga negara yang rewel. Selama mengomel tidak menjadi perkara pidana atau perdata.</p>
<p style="margin:0;" class="MsoNormal">Sekarang, apa yang diharapkan dari seorang penjual gorengan yang semakin kewalahan karena naiknya harga minyak makan dan hanya mendapat penghasilan Rp.30.000 perhari kepada negaranya?</p>
<p style="margin:0;" class="MsoNormal">Sekarang, apa yang diharapkan dari seorang pemilik usaha roti yang karena naiknya harga terigu dan harus memecat 9 dari 20 karyawannya kepada negaranya?</p>
<p style="margin:0;" class="MsoNormal">Sekarang, apa yang diharapkan dari seorang buruh pabrik yang telah tak digaji selama setahun kepada negaranya?</p>
<p><span id="more-6"></span></p>
<p></font></p>
<p style="margin:0;" class="MsoNormal"><font face="Times New Roman">Saya tidak menyukai berita. Saya justru memilih membaca koran eceran pada sore hari karena harganya yang hanya seribu rupiah. Bukan saya malas, tetapi saya takut penyakit akut saya akan semakin menjadi. Penyakit itu adalah ketidakpercayaan pada pemerintah. Saya tidak ingin ini terjadi, tetapi tiap saya membaca barisan kalimat semakin hati saya diiris sembilu. Semenjak bisa menggunakan hak politik, saya selalu mengikuti hajatan besar yang dinamakan pemilu. Ikut mengantri dan keluar dengan salah satu jari yang telah dicelupkan ke dalam tinta. Sebagai rakyat biasa, adalah wajar jika berharap orang-orang pintar yang dipilih adalah mereka yang berhak dan mampu untuk mengemban amanah besar. Pernah tersirat keanehan tidak di benak anda ketika seseorang terpilih duduk di kursi yang nyaman itu merayakannya dengan meriah? Bagi saya aneh. Demi Sulaiman yang adil, amanah itu sangat berat. Membawa diri ini ke jalan yang benar saja sudah menguras tenaga, apalagi mengurus urusan hidup-mati-sejahtera-melaratnya orang banyak. Mungkin saya bermaksud sok moralis, tapi katakanlah hal yang benar walaupun itu pahit kan.</font></p>
<p><font face="Times New Roman">Sebagian orang mungkin mengatakan mudah bagi kita yang tidak duduk di pemerintahan untuk mengomel sampai berbusa. Tapi logikanya begini, bagaimana jika anda menitipkan barang hak milik bersama kepada orang yang anda percaya tetapi orang itu kemudian berkhianat? Membawa lari atau menghabiskan sendiri mungkin? Mengomel adalah hal yang anda lakukan setelah beristighfar, bagi yang taat agama. Tidak perlu dibikin daftar apa yang membuat rakyat Indonesia ini berhak marah dengan pemerintahnya. Tapi apa yang menjadi obsesi media akhir-akhir ini cukup beralasan untuk sebagian orang membenturkan kepala ke tembok. Hal itu adalah, ketua MUI mengeluarkan pendapat agar <a target="_blank" href="http://" title="http://www.detiknews.com/index.php/detik.read/tahun/2008/bulan/01/tgl/21/time/161552/idnews/881908/idkanal/10">rakyat Indonesia memaafkan mantan presiden Soeharto.</a> Untung tembok jauh dari kepala saya. </font></p>
<p><font face="Times New Roman"> </font><font face="Times New Roman">Apakah MUI itu termasuk orang yang duduk dalam pemerintahan saya tidak tahu. Kayaknya sih iya. Tapi ia independen. Sangat agamis sekali memang kalau tiap orang yang bertuhan dan berpedoman kepada kitab suci untuk slelau mengikuti teladan orang-orang suci terdahulu. Yesus bersabda serahkanlah pipimu yang kanan jika yang kiri ditampar. Muhammad mengunjungi seorang kafir yang sakit padahal ia selalu dilempari tai tiap melewati rumah si kafir itu. Siddharta Gautama dengan anggunnya mengatakan semoga setiap makhluk berbahagia. Pendapat ketua <span> </span>MUI sekalipun memang tidak mengikat sebagaimana prinsip Islam tapi tidakkah kau mengerti hai para pintar bahwa betapa besar wibawamu kepada rakyat. Kenapa hal ini harus dipikirkan oleh kalian. Membuat pendapat seperti ini hanya mengakibatkan timbulnya rasa kasihan yang begitu mendalam sehingga memaafkan berarti melupakan. Rasa kasihan adalah awal dari pengabaian dan melupakan adalah babak baru dari ketidakpedulian. Jika memaafkan adalah keharusan tiap individu umat beragama, biarkan itu menjadi urusan individu. Apa susahnya menerima kenyataan bahwa sebagian pemimpin mungkin memang dilahirkan untuk susah dimaafkan. Kekuasaan memang membikin sebagian orang menjadi gila. Siapa yang bisa memaafkan Hitler? </font></p>
<br /><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/categories/steinhart.wordpress.com/6/" /> <img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/tags/steinhart.wordpress.com/6/" /> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/steinhart.wordpress.com/6/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/steinhart.wordpress.com/6/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/steinhart.wordpress.com/6/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/steinhart.wordpress.com/6/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gofacebook/steinhart.wordpress.com/6/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/facebook/steinhart.wordpress.com/6/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gotwitter/steinhart.wordpress.com/6/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/twitter/steinhart.wordpress.com/6/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/steinhart.wordpress.com/6/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/steinhart.wordpress.com/6/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/steinhart.wordpress.com/6/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/steinhart.wordpress.com/6/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/steinhart.wordpress.com/6/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/steinhart.wordpress.com/6/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=steinhart.wordpress.com&amp;blog=2597000&amp;post=6&amp;subd=steinhart&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://steinhart.wordpress.com/2008/01/26/im-sorry-goodbye/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>5</slash:comments>
	
		<media:content url="http://0.gravatar.com/avatar/ec7ab25fe72c434676ec10f32e877c2f?s=96&#38;d=identicon&#38;r=G" medium="image">
			<media:title type="html">steinhart</media:title>
		</media:content>
	</item>
		<item>
		<title>Nafsu di Hari Jumat</title>
		<link>http://steinhart.wordpress.com/2008/01/25/nafsu-di-hari-jumat/</link>
		<comments>http://steinhart.wordpress.com/2008/01/25/nafsu-di-hari-jumat/#comments</comments>
		<pubDate>Fri, 25 Jan 2008 23:51:07 +0000</pubDate>
		<dc:creator>steinhart</dc:creator>
				<category><![CDATA[Uncategorized]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://steinhart.wordpress.com/?p=5</guid>
		<description><![CDATA[Saya adalah satu dari jutaan muslim yang menganggap ritual khutbah jumat adalah hal yang membosankan untuk diikuti. Para orang tua menganggap hari jumat adalah hari saat kesadaran ruhani dibangkitkan kembali. Bagi saya, justru hari jumat lah kesadaran ruhani saya kembali tertidur. Jikapun kesadaran ruhani saya bangkit pada hari jumat, maka itu bukanlah di masjid. Bayangkan, [...]<img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=steinhart.wordpress.com&amp;blog=2597000&amp;post=5&amp;subd=steinhart&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p style="margin:0;" class="MsoNormal"><font face="Times New Roman"><img border="2" align="left" width="375" src="http://farm1.static.flickr.com/34/68667970_c1c28c8a34.jpg?v=0" height="500" style="width:144px;height:172px;" />Saya adalah satu dari jutaan muslim yang menganggap ritual khutbah jumat adalah hal yang membosankan untuk diikuti. Para orang tua menganggap hari jumat adalah hari saat kesadaran ruhani dibangkitkan kembali. Bagi saya, justru hari jumat lah kesadaran ruhani saya kembali tertidur. Jikapun kesadaran ruhani saya bangkit pada hari jumat, maka itu bukanlah di masjid. Bayangkan, shalat jumat dilaksanakan pada siang hari jam istirahat saat matahari tengah garang-garangnya. Bagi yang beraktivitas di hari jumat, mendengarkan khutbah di tengah waktu istirahat menjadi sarana untuk meregangkan kaki dan memejamkan mata. Tidak seperti rumah ibadah lainnya, banyak masjid atau mushalla yang tidak dilengkapi dengan pendingin udara, hal ini menambah sungguh tidak asyiknya mendengarkan khutbah karena tangan sibuk mengipasi bagian tubuh yang lainnya. Konsep khutbah jumat yang monolog seperti itu juga dimanfaatkan oleh banyak khatib yang tidak asyik merasa bahwa jemaah yang mengikuti ibadah mingguan itu adalah bocah sekolah dasar, yaitu membaca dengan gaya mendikte. </font></p>
<p><font face="Times New Roman"> <span id="more-5"></span></font></p>
<p style="margin:0;" class="MsoNormal"><font face="Times New Roman">Jadilah saya, siang itu berada di baris terakhir sebuah mushalla kecil. Sengaja saya memilih shaf terakhir karena berada di luar mushalla, sehingga saya masih bisa menghirup udara bebas karena saya yakin di baris depan pasti ada jemaah yang tidak mandi. Ini penting, karena siang itu sangat panas, sungguh walaupun saya tidak pernah siap untuk menyentuh neraka, saya tidak akan melaksanakan uji coba di dunia. Dua menit khutbah disampaikan saya sudah mengangguk-angguk, bukan pertanda mengerti tetapi betapa nikmatnya semilir udara yang menyapu muka saya. Tapi saya berusaha untuk tidak terjatuh pulas, karena guru agama sd saya mengatakan jika hal itu terjadi maka saya harus mengambil wudhu kembali. Saya malas harus keluar dari barisan dan meninggalkan semilir angin ini. Dengan setegah hatilah saya mengikuti khutbah itu, dengan masih antara sadar dan tidak sadar saya terhentak seperti mendengar bunyi sangkakala dari Israfil. </font></p>
<p><font face="Times New Roman">Bukan bom dari para radikal atau benturan kepala ke lantai seorang jemaah ngantukan yang tidak bisa mengendalikan kantuknya. Tapi dari kalimat yang diutarakan khatib itu. Bukan ajaran baru, justru sering diulang dimana-mana khutbah atau ceramah agama dilakukan. Tetapi saya pribadi masih terkejut atau bisa dikatakan tidak menerima tiap kali mendengarnya. Khatib itu lebih kurang mengatakan begini, “Haramlah hukumnya orang-orang yang suka mengumbar nafsunya, yaitu wanita-wanita yang memperlihatkan auratnya…” Saya masih menunggu sang khatib untuk melanjutkan kalimatnya berharap ia tidak berhenti disana. Tapi ternyata ia berhenti disana dan melanjutkan dengan pembahasan yang lain. </font></p>
<p><font face="Times New Roman">Mengerti kan kenapa saya terhentak dari tidur-tidur ayam itu. Tapi saya mau membuat pengakuan dulu. Sungguh saya bukan feminis. Saya mengagumi Ayu Utami, walaupun kurang setuju dengan banyak pemikiran beliau. Saya tidak setuju dengan gagasan bahwa perempuan dapat menjadi imam dalam shalat jamaah. Saya juga menganggap aneh wanita yang berhak menentukan kapan rahimnya bisa difungsikan. Diatas semua itu, ucapan khatib itu sungguh tidak enak didengar atau direnungkan. Pertama, meletakkan jenis kelamin perempuan sebagai persamaan dari orang yang mengumbar nafsu tentu saja kekurangajaran. Bukan salah bahwa wanita yang mengobral auratnya kadang juga mengumbar nafsu tetapi mengidentikkan pengumbar nafsu adalah wanita sungguh di luar pemahaman saya tentang wanita. Kedua, menjadikan wanita sebagai kambing hitam dari banyak aktivitas yang mendasarkan diri pada birahi adalah tidak pantas. Yang pantas adalah, hal yang bisa membangkitkan gairah seksual bisa datang dari mana saja. Ada kan yang tertarik bahkan kepada cambuk dan kemudian bergairah?</font></p>
<p><font face="Times New Roman">Farid Esack, seorang pemikir muslim dari Afrika Selatan suatu waktu pernah menemui seorang muslimah Mesir yang menggunakan jeans untuk menunaikan ibadah shalatnya. Saat itu ia sangat heran, karena secara ortodoks hal itu bukanlah suatu yang wajar. Mukena dan kain yang menutup seluruh badan adalah pakaian yang lumrah digunakan muslimah dalam melakukan shalat. Ia memutuskan untuk bertanya dengan sopan kepada wanita itu apakah benar dan wajar bagi perempuan untuk menggunakan jeans untuk melakukan shalat. Muslimah itu menjawab dengan sopan pula lagi tenang, “Saya akan menjawab dengan senang hati pertanyaan saudara, dengan satu syarat bahwa anda harus menanyakan pertanyaan yang sama kepada jemaah lelaki disana.”</font></p>
<p><font face="Times New Roman">Saya berpikir bahwa banyak laki-laki yang cemas jika peran perempuan sebagai kambing hitam pengumbaran nafsu dicabut. Berjangkitnya penyakit seksual selalu menyalahkan seks bebas dan pelacuran yang kebanyakan penjajanya perempuan, dibandingkan ketimpangan ekonomi yang tidak beres diurusi sama pejabat yang mayoritas laki-laki. Atau demi “menyelamatkan” harkat perempuan dan menghindari nafsu kepada perempuan, poligami diperbolehkan. Tradisi semit yang mewariskan pemahaman bahwa jatuhnya umat manusia ke dunia adalah disebabkan ketidakpatuhan Hawa juga sudah sedemikian usang. </font></p>
<p><font face="Times New Roman">Intinya bagi saya pribadi, berpakaian yang wajar dan sopan adalah keharusan bagi tiap laki-laki dan perempuan. Tapi saya yakin akan timbul pertanyaan tentang dimanakah batas sebuah kewajaran dan kesopanan. Saya tidak mengerti itu apa yang namanya filsafat etika, tetapi jika seseorang sudah memandang anda dengan tatapan yang melecehkan, saat itulah anda hanya dianggap seonggok daging yang berjalan. Tak lebih. </font></p>
<br /><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/categories/steinhart.wordpress.com/5/" /> <img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/tags/steinhart.wordpress.com/5/" /> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/steinhart.wordpress.com/5/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/steinhart.wordpress.com/5/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/steinhart.wordpress.com/5/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/steinhart.wordpress.com/5/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gofacebook/steinhart.wordpress.com/5/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/facebook/steinhart.wordpress.com/5/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gotwitter/steinhart.wordpress.com/5/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/twitter/steinhart.wordpress.com/5/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/steinhart.wordpress.com/5/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/steinhart.wordpress.com/5/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/steinhart.wordpress.com/5/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/steinhart.wordpress.com/5/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/steinhart.wordpress.com/5/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/steinhart.wordpress.com/5/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=steinhart.wordpress.com&amp;blog=2597000&amp;post=5&amp;subd=steinhart&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://steinhart.wordpress.com/2008/01/25/nafsu-di-hari-jumat/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
	
		<media:content url="http://0.gravatar.com/avatar/ec7ab25fe72c434676ec10f32e877c2f?s=96&#38;d=identicon&#38;r=G" medium="image">
			<media:title type="html">steinhart</media:title>
		</media:content>

		<media:content url="http://farm1.static.flickr.com/34/68667970_c1c28c8a34.jpg?v=0" medium="image" />
	</item>
		<item>
		<title>Seperduapuluh Agama</title>
		<link>http://steinhart.wordpress.com/2008/01/23/seperduapuluh-agama/</link>
		<comments>http://steinhart.wordpress.com/2008/01/23/seperduapuluh-agama/#comments</comments>
		<pubDate>Wed, 23 Jan 2008 15:30:51 +0000</pubDate>
		<dc:creator>steinhart</dc:creator>
				<category><![CDATA[Uncategorized]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://steinhart.wordpress.com/2008/01/23/seperduapuluh-agama/</guid>
		<description><![CDATA[Beberapa rekan telah menikah di usia mereka yang menurut penilaian saya masih sangat muda. Bahagia saya pada mereka. Saya kemudian melihat kepada diri saya sendiri dan mulai menganalisa. Pertanyaan yang muncul pertama kali adalah kalau mereka sudah berani untuk memutuskan menikah kenapa keinginan untuk melakukan hal yang sama belum muncul sama sekali di pikiran dan [...]<img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=steinhart.wordpress.com&amp;blog=2597000&amp;post=4&amp;subd=steinhart&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p><font face="Times New Roman"><img border="3" vspace="1" align="left" width="459" src="http://www.benyei.com/galleries/sculpture/images/marriage.jpg" hspace="1" height="642" style="width:149px;height:141px;" />Beberapa rekan telah menikah di usia mereka yang menurut penilaian saya masih sangat muda. Bahagia saya pada mereka. Saya kemudian melihat kepada diri saya sendiri dan mulai menganalisa. Pertanyaan yang muncul pertama kali adalah kalau mereka sudah berani untuk memutuskan menikah kenapa keinginan untuk melakukan hal yang sama belum muncul sama sekali di pikiran dan hati saya? Saya mulai curiga adakah yang salah dengan perkembangan hormon atau psikologis saya? Ditambah lagi, salah satu rekan yang telah menikah itu mengatakan kalau sebenarnya apapun alasan bagi saya untuk belum menikah itu adalah ilusi, yang ada adalah masalahnya ada dalam diri saya sendiri. Ditambah lagi dengan doktrin agama yang mengatakan jika menikah adalah menyempurnakan setengah dari agama, jadi selama ini saya hanya menjalankan agama setengahnya saja. Padahal sholat wajib saja masih terkadang iya-tidak-iya-tidak ditambah ibadah-ibadah yang lainnya jarang dilakukan. Jika begitu, paling baik mungkin saya masih menjalankan agama saya seperduapuluh-nya saja. </font><font face="Times New Roman"><span id="more-4"></span></p>
<p>Saya memang terkadang orang yang paranoid, jika dituduh sesuatu yang belum tentu benar maka akan terus berpikir tentang itu sampai menemukan jawaban atau pembenaran yang cukup. Didorong dari ketidakpercayaan bahwa masa sih saya hanya menjalankan seperduapuluh dari agama saja, dan juga termotivasi untuk memberikan pembenaran yang tepat untuk belum menikah, mulailah saya membuka kitab suci yang telah sedikit berdebu karena ya tau sendirilah alasannya. Saya membuka dari belakang karena alasan surat-surat yang masih terhitung pendek. Setelah beberapa halaman, bukan tambah terhibur saya malah semakin merasa sedih. Belum hilang perasaan saya yang hanya menjalankan agama seperduapuluh saja, lebih parah saya dengan penuh kesadaran diri mengakui tuduhan yang lebih ganas lagi yaitu sebagai pengkhianat agama.</p>
<p></font></p>
<p style="margin:0;" class="MsoNormal"><font face="Times New Roman"></font></p>
<p style="margin:0;" class="MsoNormal"><font face="Times New Roman"></font></p>
<p style="margin:0;" class="MsoNormal"><font face="Times New Roman">Bagi yang hafal surat Al-Ma’un coba dibuka terjemahannya, terasa semuanya mengarah kepada saya. Beberapa waktu saya mengenyahkan pandangan dan pura-pura tidak tahu ketika anak yatim meminta sumbangan dan beberapa kali pula saya pulang makan siang dengan perut kenyang hati riang dengan melewati gelandangan yang kelaparan. Tak terhitung sholat saya yang kelihatan sangat tidak menarik daripada kelayapan tidak jelas. Juga secara sadar dan tidak sadar melakukan sesuatu yang baik karena ingin dilihat dan disanjung. Oh tidak. Saya tutup kitab suci itu dan menaruhnya kembali serta tidak lupa membersihkannya, walaupun mungkin debu akan menghampirinya lagi dengan segera. Begitu banyak hal yang harus saya perbaiki di dalam diri saya sendiri dan tidak akan banyak gunanya juga jika hal itu saya mulai dengan membandingkannya dengan apa yang telah orang lain jalani untuk hidup mereka sendiri. Bahagia saya buat mereka. </font></p>
<p style="margin:0;" class="MsoNormal"><font face="Times New Roman"></font></p>
<p style="margin:0;" class="MsoNormal"><font face="Times New Roman"></font></p>
<p style="margin:0;" class="MsoNormal"><font face="Times New Roman">Orang bijak bilang bahwa belajar saat usia muda seperti mengukir tulisan di batu sehingga tak mudah hilang. Menikah di usia muda semoga menjadi ajang pembelajaran yang mumpuni untuk membentuk pribadi yang tidak mudah hilang di makan masanya. Tetapi memang bagi sebagian orang tidak mudah untuk memutuskan, terlebih bagi mereka yang punya kecenderungan paranoid berlebihan seperti saya. Mungkin rekan saya memang benar, masalahnya adalah diri saya sendiri. Alih-alih menjalankan keseluruhan agama, saya masih terhitung sebagai pengkhianat agama. Itu pun bukan gelar yang baik pula untuk orang yang sudah, akan atau belum menikah. Jika bertemu dengan mereka lagi, saya akhirnya kembali harus menjadikan waktu sebagai tameng. Belum waktunya saja. <span> <!--more--></span></font></p>
<br /><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/categories/steinhart.wordpress.com/4/" /> <img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/tags/steinhart.wordpress.com/4/" /> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/steinhart.wordpress.com/4/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/steinhart.wordpress.com/4/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/steinhart.wordpress.com/4/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/steinhart.wordpress.com/4/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gofacebook/steinhart.wordpress.com/4/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/facebook/steinhart.wordpress.com/4/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gotwitter/steinhart.wordpress.com/4/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/twitter/steinhart.wordpress.com/4/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/steinhart.wordpress.com/4/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/steinhart.wordpress.com/4/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/steinhart.wordpress.com/4/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/steinhart.wordpress.com/4/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/steinhart.wordpress.com/4/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/steinhart.wordpress.com/4/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=steinhart.wordpress.com&amp;blog=2597000&amp;post=4&amp;subd=steinhart&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://steinhart.wordpress.com/2008/01/23/seperduapuluh-agama/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>3</slash:comments>
	
		<media:content url="http://0.gravatar.com/avatar/ec7ab25fe72c434676ec10f32e877c2f?s=96&#38;d=identicon&#38;r=G" medium="image">
			<media:title type="html">steinhart</media:title>
		</media:content>

		<media:content url="http://www.benyei.com/galleries/sculpture/images/marriage.jpg" medium="image" />
	</item>
		<item>
		<title>Kok Bisa?</title>
		<link>http://steinhart.wordpress.com/2008/01/23/kok-bisa/</link>
		<comments>http://steinhart.wordpress.com/2008/01/23/kok-bisa/#comments</comments>
		<pubDate>Wed, 23 Jan 2008 15:28:59 +0000</pubDate>
		<dc:creator>steinhart</dc:creator>
				<category><![CDATA[Uncategorized]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://steinhart.wordpress.com/2008/01/23/seperti-hantu/</guid>
		<description><![CDATA[Kadang kita berfikir tentang sesuatu yang terjadi di sekitar kita tidak bisa dipahami dan dimengerti dengan baik. Saya kadang juga berandai diberikan kemampuan untuk memahami apa yang ada di dalam kilasan pikiran tiap-tiap orang. Seperti yang dianugerahkan kepada Mel Gibson di What Women Want (2000). Saya ingin sekali mengetahui apa yang terlintas sebelum detik maut [...]<img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=steinhart.wordpress.com&amp;blog=2597000&amp;post=3&amp;subd=steinhart&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p>Kadang kita berfikir tentang sesuatu yang terjadi di sekitar kita tidak bisa dipahami dan dimengerti dengan baik. Saya kadang juga berandai diberikan kemampuan untuk memahami apa yang ada di dalam kilasan pikiran tiap-tiap orang. Seperti yang dianugerahkan kepada Mel Gibson di <a target="_blank" href="http://" title="http://www.imdb.com/title/tt0207201/">What Women Want (2000)</a>. Saya ingin sekali mengetahui apa yang terlintas sebelum detik maut menimpa korban yang mengendarai Honda Accord yang jatuh dari lantai delapan menara jamsostek itu. Apa yang membuat dirinya lalai sehingga jatuh. Beban hidup atau tekanan pekerjaan. Terkadang kita susah untuk mengerti tentang sesuatu. Ungkapan &#8220;kok bisa?&#8221; selalu saja terucap tanpa menyadari apa yang dirasakan oleh sang korban, apa sesuatu yang begitu penting dan besar yang terlintas dalam pikirannya? Apakah hanya sekedar kecerobohan saja? Andai saya bisa tahu tentu saya akan berhenti bertanya.</p>
<br /><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/categories/steinhart.wordpress.com/3/" /> <img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/tags/steinhart.wordpress.com/3/" /> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/steinhart.wordpress.com/3/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/steinhart.wordpress.com/3/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/steinhart.wordpress.com/3/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/steinhart.wordpress.com/3/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gofacebook/steinhart.wordpress.com/3/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/facebook/steinhart.wordpress.com/3/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gotwitter/steinhart.wordpress.com/3/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/twitter/steinhart.wordpress.com/3/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/steinhart.wordpress.com/3/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/steinhart.wordpress.com/3/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/steinhart.wordpress.com/3/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/steinhart.wordpress.com/3/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/steinhart.wordpress.com/3/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/steinhart.wordpress.com/3/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=steinhart.wordpress.com&amp;blog=2597000&amp;post=3&amp;subd=steinhart&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://steinhart.wordpress.com/2008/01/23/kok-bisa/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
	
		<media:content url="http://0.gravatar.com/avatar/ec7ab25fe72c434676ec10f32e877c2f?s=96&#38;d=identicon&#38;r=G" medium="image">
			<media:title type="html">steinhart</media:title>
		</media:content>
	</item>
		<item>
		<title>Seperti Hantu</title>
		<link>http://steinhart.wordpress.com/2008/01/23/hello-world/</link>
		<comments>http://steinhart.wordpress.com/2008/01/23/hello-world/#comments</comments>
		<pubDate>Wed, 23 Jan 2008 15:18:48 +0000</pubDate>
		<dc:creator>steinhart</dc:creator>
				<category><![CDATA[Uncategorized]]></category>

		<guid isPermaLink="false"></guid>
		<description><![CDATA[Hari ini, blog jurnal ini ada. Keberadaannya tidak begitu penting dibanding apa yang telah dan akan terjadi. Tidak akan tercatat dimanapun sejarah mencatat. Kelahirannya hari ini tidak diabadikan oleh Encyclopedia Britannica seperti Elizabeth Blackwell karena kesuksesannya meraih gelar kesarjanaan. Karena itu pula, andaikata ia pergi tidak akan ditangisi seperti Heath Ledger yang baru kembali ke [...]<img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=steinhart.wordpress.com&amp;blog=2597000&amp;post=1&amp;subd=steinhart&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p style="margin:0;" class="MsoNormal"><font face="Times New Roman">Hari ini, blog jurnal ini ada. Keberadaannya tidak begitu penting dibanding apa yang telah dan akan terjadi. Tidak akan tercatat dimanapun sejarah mencatat. Kelahirannya hari ini tidak diabadikan oleh Encyclopedia Britannica seperti Elizabeth Blackwell karena kesuksesannya meraih gelar kesarjanaan. Karena itu pula, andaikata ia pergi tidak akan ditangisi seperti Heath Ledger yang baru kembali ke alam baka kemarin. Ia ada tapi tak bisa disentuh. Seperti hantu.</font></p>
<br /><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/categories/steinhart.wordpress.com/1/" /> <img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/tags/steinhart.wordpress.com/1/" /> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/steinhart.wordpress.com/1/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/steinhart.wordpress.com/1/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/steinhart.wordpress.com/1/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/steinhart.wordpress.com/1/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gofacebook/steinhart.wordpress.com/1/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/facebook/steinhart.wordpress.com/1/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gotwitter/steinhart.wordpress.com/1/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/twitter/steinhart.wordpress.com/1/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/steinhart.wordpress.com/1/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/steinhart.wordpress.com/1/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/steinhart.wordpress.com/1/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/steinhart.wordpress.com/1/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/steinhart.wordpress.com/1/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/steinhart.wordpress.com/1/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=steinhart.wordpress.com&amp;blog=2597000&amp;post=1&amp;subd=steinhart&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://steinhart.wordpress.com/2008/01/23/hello-world/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>1</slash:comments>
	
		<media:content url="http://0.gravatar.com/avatar/ec7ab25fe72c434676ec10f32e877c2f?s=96&#38;d=identicon&#38;r=G" medium="image">
			<media:title type="html">steinhart</media:title>
		</media:content>
	</item>
	</channel>
</rss>
